5 Fakta Hidup di China Yang Terungkap

5 Fakta Hidup di China Yang Terungkap

Banyak yang memprediksikan China dapat menjadi bangsa besar di masa depan. Mereka digadang dapat bisa mengalahkan Uni Eropa atau lebih-lebih Amerika serikat didalam hal apapun, terasa dari ekonomi hingga bersama militer. China termasuk negerinya ilmu, lebih-lebih dikatakan didalam pepatah lama, “Tuntutlah pengetahuan hingga ke negeri China.” Pasti tersedia alasannya kenapa bisa terlihat ungkapan layaknya ini. Hal berikut tak lain gara-gara di masa depan nanti China sepertinya dapat menggila.

Hal ini pun mengakibatkan orang-orang terasa melirik China sebagai negeri yang pas, baik untuk mengembangkan bisnis atau menempuh pendidikan tinggi. Termasuk orang-orang Indonesia yang tiap tahunnya lumayan banyak yang berangkat ke negeri tirai bambu untuk urusan-urusan itu. Mereka pun banyak yang tinggal di sana. Namun, tinggal di sana ternyata jauh dari apa yang kami bayangkan.

Tidak enak, begitu kata orang-orang Indonesia yang sempat mencicipi hidup di negeri panda. Kenapa bisa hingga layaknya itu padahal image mereka begitu mentereng?

Ulasan berikut dapat menjelaskannya untukmu

 

  • 1. Orang China Kurang Disiplin Soal Kebersihan

Begitu tiba di China mampirlah ke toilet umum terdekat, maka anda dapat merasakan kesan pertama tentang negeri ini. Ya, yang memahami anda mesti tutup hidung rapat-rapat gara-gara bau air seninya begitu kuat dan menusuk. Buruknya lagi, nuansa layaknya ini dapat anda dapatkan di mayoritas toilet di sana. Termasuk termasuk kota-kota besar layaknya Nanjing atau Beijing.

Ada banyak cerita orang-orang Indonesia yang menemui hal-hal jelek di toilet orang China. Terutama di toilet membuang air besarnya. Ya,kadang kecuali untung anda dapat mendapatkan sesuatu yang sepertinya lebih baik tak usah diceritakan. Satu lagi, air sangat jarang ditemukan di toilet mana pun di China. Yang tersedia sekedar tissue. Bagi kami orang Indonesia yang kebanyakan buang-buang air sesudah membuang hajat, ini dapat sangat merepotkan.

  • 2. Di Indonesia Murah Meriah, di China Luar Biasa

Anggapan barang-barang China tidak mahal tak tetap benar. Ada banyak benda yang justru harganya sangat mahal, padahal di Indonesia, kasarnya kami bisa membuang-buangnya dengan percuma. Salah satu contohnya adalah sayur dan buah. Misalnya, kangkung atau bayam yang harganya bisa hingga lima kali lipat.

Ada sebuah cerita menarik tentang seorang wanita asal Madura yang sukses raih beasiswa di salah satu universitas di China. Suatu pagi ia belanja ke pasar setempat dan mendapatkan buah kesukaannya, nanas. Namun begitu lihat harganya yang super mahal si wanita ini pun berceloteh, “Kalau di Madura nanas begini tumbuh liar nggak tersedia yang ambil.” Begitulah, lebih dari satu barang sesungguhnya justru mahal di China.

  • 3. Makanan Halal Cuma Sedikit

Bagi seorang Muslim, hal pertama yang dicari adalah kios makanan halal. Seperti yang kami tahu, China bukan negara Islam atau mayoritas Muslim, supaya makanan di sini pun jauh dari klasifikasi halal. Jangankan babi, daging anjing saja tersedia yang menjualnya di pasar. Di China mendapatkan makanan halal bisa dibilang lumayan sulit.

Meskipun begitu, di tempat-tempat tertentu seperti kantin universitas kadang menyediakan makanan halal yang dikhususkan bagi pendatang. Perjuangan melacak makanan halal sendiri sesungguhnya tidak hanya tentang melacak kedai yang menyediakannya saja, tapi termasuk kala menyantapnya. Memang halal sih, tapi soal rasa jangan berharap banyak. Ya, hampir seluruh makanan halal rasanya tidak enak, malah bisa dibilang hambar.

  • 4. Awas Dimangsa Supir Taksi

Kebanyakan orang China tak hiraukan bersama apa yang kami lakukan. Mereka sibuk bersama urusan tiap orang lain hanya dapat membuang-buang waktu. Satu-satunya yang ramah sekedar para guide dan termasuk supir taksi. Meskipun demikian, kadang kelakukan mereka buat emosi, terutama si supir taksi.

Mereka memakai orang-orang yang baru saja berada di China bersama mempermainkan tarif. Di China tersedia taksi yang memakai argo dan tidak. Nah, yang mesti diwaspadai adalah yang tak memakai argo. Tanyakan berulang-ulang sistem bayarnya. Jika tidak, kami dapat dikenakan biaya per orang, bukan total. Bisa gawat kecuali kami naik taksi berenam gara-gara tarifnya dapat jadi mahal, biarpun tujuannya tidak sangat jauh.

  • 5. Hati-Hatilah Tinggal di Kota Industri China

China sangat luas, tapi universitas dan pusat perekonomian kebanyakan tersedia di kota-kota industri mereka. Mau tak senang ya ke sinilah tujuan kita. Namun, namanya termasuk kota industri, yang dibayangkan pasti kepulan asap lebat yang takkan tersedia habisnya didalam 24 jam. Ya, sesungguhnya begitulah yang terjadi.

Beberapa kota mengalami polusi yang luar biasa gila gara-gara pabrik-pabrik yang berdiri. Bahkan, di sana sudah berulang kali pemerintah menentukan darurat polusi sampai-sampai sekolah diliburkan. Kualitas hawa sangat jelek di sana menjadi bersiap-siaplah.

Inilah fakta yang mesti diketahui sebelum saat berencana untuk menetap lebih dari satu selagi di Tiongkok

Akan banyak sekali hal yang tidak sesuai menurut kami di sana. Kalau dibandingkan bersama Indonesia pasti jauh sekali. Indonesia adalah seenak-enaknya negara bagi orang Indonesia sendiri. Luar negeri kemungkinan terlihat sangat menawan, tapi Indonesia adalah yang paling nyaman. Kalau tidak, kenapa orang-orang bule justru kadang ogah pulang sesudah dari Indonesia?